Total Tayangan Halaman

Selasa, 22 Februari 2011

Here we go, sesaat sebelum Diklat Lapangan!!



Hello saudara..
Gue nulis lagi nih tentang STAPALA, sekarang topiknya adalah Diklat Lapangan, kelanjutan dari diklat kampus (bisa dilihat di post saya sebelumnya dengan klik disini) .
Diklat kampus STAPALA yang telah saya ikuti pun akhirnya berakhir pada tanggal 23 Desember 2010. Saat itu gue kira udah bisa santai sejenak dulu sekitar seminggu , istirahat lah. Tapi ternyata hal itu hanya bisa dilakukan di dalam mimpi, karena ternyata diberi waktu istirahat hanya diberikan sebanyak 2 hari pada tanggal 24 dan 25 Desember yang sebenarnya tidak cukup untuk istirahat juga karena pada tanggal 26 Desember kami diharuskan untuk sudah memiliki alat diklat lapangan LENGKAP!
maka pada dua hari itupun kita melengkapi kekurangan barang-barang diklat lapangan yang sebenarnya hanya kurang beberapa saja karena sebagian besar telah dibelikan terlebih dahulu oleh kapten Erikson Wijaya a.k.a Ebaz dan sebagian menggunakan uang dari Panggih Arinadi a.k.a Raden Kanjeng Mas Oblok (thanks to them, really i mention it :D)

Tanpa terasa waktu liburan yang hanya dua hari pun habis. seperti biasa kami dikumpulkan kembali di lapangan F tercinta sejak pagi hari. Setelah sedikit pemanasan, kami dibawa ke taman CD dan disana kami dilatih lari Interval oleh bang kadal. Setelah entah berapa lama kami berlari *mungkin karena tidak merasa begitu tertekan saat di handle oleh bang kadal* kami digiring lagi menuju lapangan A, disini kami masih di handle bang kadal dan diajak berjalan mengelilingi taman CD melalui rute yang sulit sambil membawa Carrier, tas kesayangan siswa diklat, yang kami bawa :DD
Setelah itu, kami diajak ke lapangan A kembali dan diperinahkan untuk berjalan berkelompok sambil membawa Carrier mengelilingi kampus tanpa beristirahat. Selanjutnya kami dikumpulkan dibelakang gedung D untuk checking kelengkapan barang diklat lapangan yang kami bawa dan setelah itu kami dibubarkan lalu diperintahkan untuk berkumpul kembali pada pukul 7 malam dengan kondisi siap berangkat diklat lapangan tanpa ada satupun barang yang tertinggal.

Jam 7 malam pun tiba, kami berkumpul di lapangan F, namun tampaknya kami kehilangan dua orang saudara kami lagi karena mengundurkan diri. Mereka adalah Anung Budi a.k.a Bledhug dan Dian Setiawan a.k.a Bused. Kami diberi kesempatan tambahan selama setengah jam untuk meyakinkan mereka dan membawa mereka ke lapangan F agar tidak jadi mengundurkan diri namun tampaknya usaha kami sia-sia karena bused tidak menjawab seluruh usaha kami dalam menghubungi dia dan bledhug sudah sangat yakin untuk mundur.
dan jumlah siswa diklat 2011 yang tersisa pun tinggal 34 orang dari yang sebelumnya berjumlah 36 orang. Acara dimulai oleh panitia dan panitia memberi tahu bahwa acara malam ini bukanlah keberangkatan melainkan Malam Pemantapan, siapapun yang gugur di Malam ini baik karena mental maupun masalah fisik tidak diizinkan untuk ikut diklat lapangan.

perintah pertama pun datang, kami diperintahkan untuk lari 10 keliling lapangan F dalam waktu 10 menit dan tiap menit keterlambatan dihitung 1 seri, alhasil kami terlambat sebanyak 5 menit dan berhutang 5 seri setelah itu ada sekitar 3 siswa yang dipanggil dan gue dan yang lain yang menunggu di lapanga F pun menerima "hadiah" sebanyak 23 seri campuran sit up, push up, push up carrier, dan bending. Disini kami sangat menyayangkan karena ada saudara kita yang kembali gugur karena penyakitnya kambuh dan dia tidak bisa menahan emosi ketika menghadapi panitia dan ia pun menyerahkan slayernya kepada panitia. panitia pun mengancam bahwa setiap slayer yang diberikan kepada panitia tidak bisa ditarik kembali, namun mungkin karena amarahnya terhadap panitia *yang sama-sama kami rasakan juga* telah memuncak, ia tetap bersikukuh menyerahkan slayernya dan beranjak pergi yang kemudian disusul oleh beberapa saudara kami (teplox dan siapa ya? lupa aku, maaf saudara :( )

Setelah kejadian itu kami pun sangat bersedih dan jujur gue ngedrop banget waktu itu karena ngeliat kapten kita yang flawless itu mengundurkan diri :(
Acara berlanjut, seorang demi seorang dipanggil dan seorang demi seorang pun kembali namun menutup mulut mereka rapat-rapat atas apa yang telah mereka alami.
Tiba giliran gue dan gue diperintahkan untuk pergi ke belakang gedung D. Gue pun segera bergegas kesana, namun saat sudah tidak ada panitia yang mengawasi gue memperlambat langkah gue. gue ragu, gue nggak yakin, dan besar keinginan gue untuk pergi melarikan diri dari ini semua. Namun gue tetap mencoba bertahan dengan selalu mengingat prinsip gue, "finish everything that you've start". Berbekal dengan prinsip gue, gue pun terus melangkah. Saat sampai di lapangan belakang gedung D, gue langsung disuruh merayap menuju ke arah panitia yang berjarak sekitar 100 meter, mungkin lebih. Sulit sekali rasanya merayap sambil membawa carrier dan DIHITUNG!! alhasil gue pun mencetak angka 25 hitungan dan harus dibayar dengan 25 seri campuran. setelah dieksekusi oleh Palpi, Gesper,dan Moset. Gue dihadapin ke foksta, 3 orang, yang paling gue inget itu mba Di'i *karena paling aktif mencecer dan menyudutkan serta menghancurkan mental gue*

Akibat dari eksekusi kami kembali kehilangan beberapa saudara kami. kapten tercinta Ebaz dan Khairur ikhsan a.k.a Sintak
Selesai eksekusi kamipun dipulangkan dan diperintahkan untuk berkumpul kembali esok hari pukul 4 di lapangan F untuk keberangkatan..
gue, gusti, dan ilham yang memiliki julukan "trio Bogor" berjalan pulang bersama menuju kostan dan di perjalanan pulang kami sempat mengintip jam di sebuah warung kopi dan jam pun menunjukkan pukul 03.00am !! super sekali saudara-saudara.

-------SKIP TO NEXT DAY, 27 Desember 2010-------

Pada pukul 4 semua siswa diklat STAPALA 2011 pun kembali berkumpul pada lapangan F dan sudah siap untuk keberangkatan. Gue, walaupun ragu untuk terus lanjut, tetap berusaha semangat dan excited karena yakin akan langsung berangkat, namun ternyata semua yang ada di dalam pikiran gue hanyalah bayangan belaka. Kami semua dikumpulkan untuk melakukan kegiatan rutin kami sehari-hari yaitu OKA (Olah Kanuragan, bahasa kerennya olahraga di STAPALA) setelah beberapa lama OKA, gue baru tersadar ternyata kami kehilangan sejumlah saudara kami lagi. Mereka adalah Syahidan a.k.a Tapsel, Farid Waliyyudin a.k.a Aib, Tatang a.k.a Mohek, dan Donik a.k.a Owah. Setelah mengetahui alasan mereka mengundurkan diri, gue kembali merasa down karena gue merasa mampu menghadapi ini semua berkat kebersamaan kami semua dan tiap individu yang meninggalkan kami membuat kami semakin lemah. Setelah OKA yang selesai saat adzan maghrib berkumandang, kami pun dibubarkan dan diperintahkan untuk kembali berkumpul pada pukul 7 di lapangan F seperti biasa.

Setelah dibubarkan, kami membagi diri menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 pulang ke kostan masing-masing yang berjarak tidak jauh dari lapangan F (daerah kalimongso), Kelompok 2 berkumpul di kostan Bowas di kalimongso, dan kelompok 3 yang terdiri dari para wanita berkumpul di kostan Suwi di kalimongso juga. Setelah shalat maghrib dan sedikit makan serta membenahi packing carrier kami, gue bersama kelompok 2 kembali menuju lapangan F. Di lapangan F yang gue kira udah saatnya berangkat, ternyata dugaan itu meleset lagi. Kami semua digiring ke lapangan A, disana kami bertemu lagi dengan anggota foksta. Kamipun kembali diberi "pelajaran" dan kami juga "diajari" push-up berantai. Selesai "pelajaran" yang kami terima, kami dibawa ke bendungan dan disana telah menunggu sebuah truk tentara. Disana kami dibariskan dan disuruh meletakkan carrier kami dan para muslim dipersilakan untuk shalat isya terlebih dahulu. Selesai shalat, kami kembali ke truk dan disuruh meletakkan carrier ke truk lalu menempatkan kami semua ke dalam truk (dalam posisi seperti sarden, numpuk-numpuk -___-)
Setelah semua siswa masuk, panitia pun meneriakan yell mereka yang sangat mengasyikkan..
"siswa... BANTAI-BANTAI-BANTAAAAIIII!!!!" lalu mereka pun naik ke truk dan truk pun diberangkatkan..
Di perjalanan yang entah berapa lama, kami pun terlelap tidur karena kegiatan yang sangat menguras tenaga kami. Di dalam hati gue muncul keraguan tingkat tinggi apa gue sanggup menghadapi ini semua..

Senin, 31 Januari 2011

Bahagianya Hari Ini

Lagi pengen curhat nih...
Rencananya hari ini mau ngepost tentang STAPALA lagi, tapi berhubung lupa dengan cerita yang mau gue post, gue coba mengingat-ingat dulu dan ditunda dulu deh postingannya :PP

Hari ini berkesan banget buat gue, berangkat jam 5 pagi dari rumah dan nyampe terminal baranangsiang kam 5.45. Saat gue tiba di terminal ternyata udah ada bis AGRAMas yang siap meluncur meninggalkan terminal, so otomatis gue langsung naik dengan setengah sadar (maklum sindrom bangun-pagi-langsung-berangkat) dan setelah berada dalam bis gue baru sadar kalo GA ADA TEMPAT DUDUK SAMA SEKALI. Alhasil gue pun berdiri mulai perjalanan dari Bogor-Lebak Bulus. Keadaan Tol Jagorawi pun tidak mendukung perjalanan saya hari ini.. masa nyampe lebak bulus aja butuh waktu sampe jam 8 -_____-

Singkat cerita, gue gagal nyampe kampus jam 8 buat ikut kuliah Pengantar Keuangan Publik. tapi, setelah gue hubungin temen gue ternyata bapak Sunarsip, sang dosen, tidak hadir maka yang seharusnya gue bolos dua kali jadi dianulir hahahahaha.. hoki banget tiap bolos pasti si pak sunarsip ga hadir :PP

dan gue pun ikut kuliah Pengantar Akuntansi jam 11. Ternyata diumumkan nilai hasil UTS (telat banget) hasilnya adalah gue dapet A!!! alhamdulillah banget dan ngga nyangka bisa dapet nilai segitu :DD

lalu, gue pulang ke kostan-minum obat-tidur. Pas gue bangun tiba-tiba dapet SMS: "Siswa Diklat 2011, besok pagi pukul 5.45, 28 siswa kumpul di depan Dinding Panjat. Pake slayer ijo tanpa kaos diklat by: mz gokong"

ahhhh, inikah saat pelantikan? tapi kenapa tidak bisa menunggu kondisi saya membaik dulu?
jadi galau kan. -____-

Jumat, 28 Januari 2011

mendaftar STAPALA (STAN Pecinta Alam)

STAPALA, satu hal yang sangat menyita perhatianku saat prosesi DINAMIKA 2011 sebuah acara ospek kampus STAN tempatku menimba ilmu sekarang. Setelah kepergianku meninggalkan almamater terdahulu setelah menjalani Ujian Akhir Semester Matrikulasi.

Ada hal menarik yang sulit kujelaskan tentang organisasi ini, well mungkin itu semua memang berasal dari sifat dasarku yang menyukai hal-hal beresiko tinggi. Semenjak SMP aku memang sudah dikenal teman-temanku menyukai hal-hal yang ekstrim. beladiri KATEDA, Balap motor, dan Capoeira adalah sebagian kecil hal yang sudah pernah aku kenyam selama ini. Namun itu sermua sungguh berbeda, STAPALA menawarkan sebuah petualangan di alam bebas yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Setelah keluar dari gedung G tempat DINAMIKA berlangsung, akupun segera mencari informasi agar aku tidak melewati kesempatan untuk bergabung di STAPALA. Setelah berburu informasi, akhirnya aku menemukan sebuah kunci yang pada akhirnya mengubah hidupku, kunci tersebut adalah brosur ini.

Sebuah tawaran Open Recruitment untuk menjadi anggota STAPALA. akupun mengunduh forrmulir dan mulai mencari tahu lebih dalam tentang STAPALA. Setelah bertanya sana-sini, akhirnya saya bertemu dengan kakak kelas saya yang berasal dari kota yang sama dengan saya (Bogor) yang bernama Farid yang memiliki nama diklat Cupang pada diklat STAPALA 2010. Saya diberitahu sebagian besar yang akan saya dapatkan di STAPALA dan itu semua membuat saya semakin tertarik untuk bergabung.

Singkat cerita pada bulan Oktober, tanggal 30 Oktober 2010 tepatnya, saya mendaftar dan mengikuti technical meeting pertama. Disana ada sekitar 50 orang pendaftar yang hadir dari total 101 pendaftar.
Di technical meeting kami dijelaskan oleh panitia yang memiliki nama STAPALA Change dan Comel. Secara garis besar mereka menjelaskan bahwa ada tiga prosesi utama yang akan dihadapi oleh siswa (sebutan untuk pendaftar baru) sampai dengan pelantikan. yaitu:
  1. Diklat kampus, saat dimana siswa akan diberikan pengetahuan dasar tentang apa yang harus diketahui oleh seorang pecinta alam baik berupa teori maupun praktek langsung
  2. Diklat lapangan, saat dimana ilmu-ilmu yang telah kami dapatkan di diklat kampus dipraktekan di alam liar yang sesungguhnya
  3. Masa Bimbingan, saat dimana kami mendapatkan ilmu pengetahuan per divisi yang ada di pecinta alam. ada empat divisi yang dapat dipilih sampai saat ini, yaitu: gunung hutan, ORAD (olahraga Arus Deras), Caving (menjelajahi Goa), dan Rock Climbing (memanjat tebing)
Setelah siswa melewati tiga tahapan tersebut, mereka baru dapat dilantik menjadi anggota STAPALA oleh ketua umum yang sedang menjabat. lalu dijelaskan peraturan diklat kampus. Jadwal kegiatan diklat kampus adalah hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Pada hari Selasa dan Kamis, kegiatan diklat dimulai dari pukul 14.45-18.00 sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, kegiatan diklat dimulai dari pukul 05.45 sampai 18.00

Siswa juga harus membawa barang-barang yang diperlukan saat diklat seperti alat shalat (bagi yang beragama muslim), alat tulis, memakai seragam diklat dan slayer hijau bertuliskan siswa, memakai sepatu kets, memakai tas ransel, dan membawa air minum sebanyak 600ml untuk hari Selasa dan Kamis 1,5 L untuk hari Sabtu dan Minggu.

Aturan tambahan yang dibuat adalah:
  1. Setiap siswa tidak diperkenankan merokok selama masa diklat
  2. Setiap siswa tidak boleh datang terlambat
  3. Tidak boleh menggunakan bahasa daerah
  4. Panggil setiap panitia dengan sebutan "kakak"
  5. Bila hendak minum dan ke toilet harus izin terlebih dahulu
  6. Tidak boleh membawa barang-barang selain yang diperintahkan saat diklat, bila membawa barang lain harap dititipkan saat absen pertama kali

Setelah itu kami diberi tugas untuk membuat nama panggilan diklat yang nantinya akan dipergunakan sebagai nama STAPALA bila kami sudah dilantik nanti. Saya pun membuat nama Onas karena itu adalah kebalikan dari nama panggilan saya, Sano. Namun, pada akhirnya saya mendapatkan nama diklat Eike dan memang teman-teman saya yang lain pun mendapatkan nama diklat yang aneh seperti trashbag, beling, bekek, leak, dan nama-nama aneh lainnya.

Setelah sekian lama, akhirnya masa diklat kampus berakhir setelah 15 hari. Walaupun terlihat hanya sebentar namun disana saya belajar banyak hal mulai dari teori yang harus diketahui pecinta alam seperti teknik Survival, membuat bivak, dan lainnya. Saya juga belajar tentang kehidupan, di diklat saya diajarkan nilai-nilai untuk peduli akan sesama siswa, tidak egois, tetap fokus walaupun pada kondisi terburuk, pantang menyerah, dan banyak hal positif lainnya. Setelah melalui masa diklat kampus, tentunya saya harus melanjutkannya ke masa diklat lapangan. Banyak cerita yang menjatuhkan mental saya untuk mengikuti diklat lapangan, tapi saya tetap bertahan untuk ikut...
cerita selanjutnya di posting saya yang akan datang :))

Dan dalam diamku ada bayangan tentang perjuangan, kesabaran dan kebanggan kelak saat pelantikan lalu dalam lamunanku ada gema suara nasihat mereka yang mendukungku tanpa aku duga akan mereka berikan walau tanpa aku minta sebelumnya kemudian semua menyatu dalam untaian doa agar aku dapat tetap bertahan... amin..
-Quote from Erikson Wijaya a.k.a Ebaz, sang kapten diklat STAPALA 2011 yang walaupun gugur akan tetap terus menjadi seorang kapten dan panutan bagi kami semua, siswa diklat STAPALA 2011

Selasa, 09 November 2010


Mari mengenal Capoeira

Capoeira
Berhubung salah satu interest gue adalah capoeira, so mari kita kenalan sama Capoeira .
ini info tentang Capoeira yang gue dapet dari Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Capoeira) dengan sedikit tambahan dari gue juga tentunya
Let's read it :))

Capoeira merupakan sebuah olah raga bela diri yang dikembangkan oleh para budak Afrika diBrasil pada sekitar tahun 1500-an. Gerakan dalam capoeira menyerupai tarian dan bertitik berat pada tendangan. Pertarungan dalam capoeira biasanya diiringi oleh musik dan disebut Jogo. Capoeira sering dikritik karena banyak orang meragukan keampuhannya dalam pertarungan sungguhan, dibanding seni bela diri lainnya seperti Karate atau Taekwondo.
benchao kick
Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional, seperti berimbau (sebuah lengkungan kayu dengan tali senar yang dipukul dengan sebuah kayu kecil untuk menggetarkannya) dan atabaque (gendang besar), dan ini juga lebih mudah bagi mereka untuk menyembunyikan latihan mereka dalam berbagai macam aktivitas seperti kesenangan dalam pesta yang dilakukan oleh para budak di tempat tinggal mereka yang bernama
Au batido
senzala. Ketika seorang budak melarikan diri ia akan dikejar oleh “pemburu” profesional bersenjata yang bernama capitães-do-mato (kapten hutan). Biasanya capoeira adalah satu-satunya bela diri yang dipakai oleh budak tersebut untuk mempertahankan diri. Pertarungan mereka biasanya terjadi di tempat lapang dalam hutan yang dalam bahasa tupi-guarani (salah satu bahasa pribumi di Brazil) disebut caá-puêra – beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa inilah asal dari nama seni bela diri tersebut. Mereka yang sempat melarikan diri berkumpul di desa-desa yang dipagari yang bernama quilombo, di tempat yang susah dicapai. Quilombo yang paling penting adalah Palmares yang mana penduduknya pernah sampai berjumlah sepuluh ribu dan bertahan hingga kurang lebih selama enam puluh tahun melawan kekuasaan yang mau menginvasi mereka. Ketua mereka yang paling terkenal bernama Zumbi. Ketika hukum untuk menghilangkan perbudakan muncul dan Brazil mulai mengimport pekerja buruh kulit putih dari negara-negara seperti Portugal, Spanyol dan Italia untuk bekerja di pertanian, banyak orang negro terpaksa berpindah tempat tinggal ke kota-kota, dan karena banyak dari mereka yang tidak mempunyai pekerjaan mulai menjadi penjahat. Capoeira, yang sudah menjadi urban dan mulai dipelajari oleh orang-orang kulit putih, di kota-kota seperti Rio de Janeiro, Salvador da Bahia dan Recife, mulai dilihat oleh publik sebagai permainan para penjahat dan orang-orang jalanan, maka muncul hukum untuk melarang Capoeira. Sepertinya pada waktu itulah mereka mulai menggunakan pisau cukur dalam pertarungannya, ini merupakan pengaruh dari pemain capoeira yang berasal dari Portugal dan menyanyikan fado (musik tradisional Portugis yang mirip dengan keroncong). Pada waktu itu juga beberapa sektor yang rasis dari kaum elit Brazil berteriak melawan pengaruh Afrika dalam kebudayaan negara, dan ingin “memutihkan” negara mereka. Setelah kurang lebih setengah abad berada dalam klandestin, dan orang-orang mepelajarinya di jalan-jalan tersembunyi dan di halaman-halaman belakang rumah, Manuel dos Reis Machado, Sang Guru (Mestre) Bimba, mengadakan sebuah pertunjukan untuk Getúlio Vargas, presiden Brazil pada waktu itu, dan ini merupakan permulaan yang baru untuk capoeira. Mulai didirikan akademi-akademi, agar publik dapat mempelajari permainan capoeira. Nama-nama yang paling penting pada masa itu adalah Vicente Ferreira Pastinha (Sang Guru Pastinha), yang mengajarkan aliran “Angola”, yang sangat tradisional, dan Mestre Bimba, yang mendirikan aliran dengan beberapa inovasi yang ia namakan “Regional”.
queida de rins
skyscrapers, queida de rins b-boy version

Sejak masa itu hingga masa sekarang capoeira melewati sebuah perjalanan yang panjang. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dari Indonesia sampai ke Jepang. Di Indonesia capoeira sudah mulai dikenal banyak orang, disamping kelompok yang ada di Yogyakarta, juga terdapat beberapa kelompok di Jakarta. Banyak pemain yang yang berminat mempelajari capoeira karena lingkungannya yang santai dan gembira, tidak sama dengan disiplin keras yang biasanya terdapat dalam sistem bela diri dari Timur. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang penulis besar dari Brazil Jorge Amado, ini “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”. Dalam capoeira teknik gerakan dasar dimulai dari “ginga” dan bukan dari posisi berhenti yang merupakan karateristik dari karate, taekwondo, pencak silat, wushu kung fu, dll...; ginga adalah gerakan-gerakan tubuh yang berkelanjutan dan bertujuan untuk mencari waktu yang tepat untuk menyerang atau mempertahankan diri, yang sering kali adalah menghindarkan diri dari serangan. Dalam roda para pemain capoeira mengetes diri mereka, lewat permainan pertandingan, di tengah lingkaran yang dibuat oleh para pemain musik dengan alat-alat musik Afrika dan menyanyikan bermacam-macam lagu, dan pemain lainnya bertepuk tangan dan menyanyikan bagian refrein. Lirik lagu-lagu itu tentang sejarah kesenian tersebut, guru besar pada waktu dulu dan sekarang, tentang hidup dalam masa perbudakan, dan perlawanan mencapai kemerdekaan. Gaya bermain musik mempunyai perbedaan ritme untuk bermacam-macam permainan capoeira, ada yang perlahan dan ada juga yang cepat.
Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Siswa-siswa mereka belajar menyanyikan lagu-lagu Capoeira dengan bahasa Portugis – “Capoeira é prá homi, / mininu e mulhé...” (Capoeira untuk laki-laki, / anak-anak dan perempuan).
Di Indonesia, sama seperti di negara-negara yang lain, kemungkinan Capoeira akan semakin berkembang.
Beberapa gerakan dalam Capoeira:
  1. Ginga
  2. Handstand
  3. Backflip
  4. Headspin


Ginga

Ginga
GINGA merupakan suatu gerakan dasar capoeira(sebuah kuda - kuda dalam ilmu beladiri lainnya.Ginga dimulai dari posisi paralel,yaitu posisi seperti duduk tanpa kursi,kemudian tarik kaki kiri kebelakang,bersamaan dengan tangan kanan kedepan,ulangi dengan posisi paralel kemudian tarik kaki kanan kebelakang dan tangan kiri kedepan.Ulangi terus hal tersebut sampai tak canggung lagi melakukannya.Perlu diingat,bahwa tangan dan kaki yang digerkan secara bersamaan harus berbeda arah(tangan kanan maka kaki kiri,lalu tangan kiri maka kaki kanan).Ginga banyak sekali memiliki variasi.

Handstand

Handstand
HANDSTAND merupakan gerakan dasar dalam capoeira, mengapa? karena ban
yak gerakan yang mengandalkan kekuatan otot tangan untuk menopang beban tubuh kita seperti gerakan au, helicopteiro, meia lua de compasso, queida de rins, dan gerakan capoeira lainnya. oleh karena itu handstand merupakan salah satu hal yang penting dalam capoeira dan harus sering dilatih. gerakan handstand dapat dilakukan dengan menumpukan berat badan pada tangan dan mengubah posisi tangan sehingga berfungsi seperti kaki (lihat gambar

Backflip

BACKFLIP merupakan gerakan tingkat lanjut dalam capoeira, hal ini dikarenakan
Backflip
untuk dapat melakukan gerakan ini diperlukan kecepatan dalam menggerakan kaki untuk melompat dan koordinasi antara kaki dan juga pinggang. untuk gerakannya dapat dilihat pada gambar disamping ini :)
dan ini merupakan salah satu gerakan yang sulit dilakukan dalam capoeira, karena gerakan ini tidak hanya membutuhkan skill tapi juga memerlukan nyali yang tinggi... jujur, saya masih belum bisa melakukan gerakan ini :P

Headspin

headspin

HEADSPIN merupakan gerakan tingkat lanjut pula dalam capoeira, gerakan ini memerlukan koordinasi antara tangan dan kaki serta keahlian dalam menjaga keseimbangan tubuh saat badan berputar-putar. untuk gerakannya dapat dilihat seperti pada gambar di samping ini. agar kita dapat melakukan headspin, ada basic skills yang harus kita kuasai terlebih dahulu. yang harus kita kuasai adalah gerakan headstand. gerakan headstand adalah gerakan menopang tubuh menggunakan tangan dan kepala. contoh gerakannya dapat dilihat juga pada gambar disamping ini.
gerakan headstand harus sering dilatih agar
headstand
kekuatan leher terbentuk dan juga keseimbangan tubuh dalam mempertahankan posisi headstand agar tidak terjatuh.

CARA BERLATIH
sangat sulit untuk berlatih capoeira sendiri karena bila kita tidak didampingi instruktur dan melakukan latihan sendiri besar resikonya kita mengalami cedera.
oleh karena itu sangat saya anjurkan untuk berlatih capoeira dalam komunitas ataupun dalam kelas workshop capoeira yang sudah mulai menjamur belakangan ini.
salah satu rekomendasi saya adalah untuk bergabung dengan komunitas capoeira (biasa disebut grupo) Cordao de Ouro Indonesia (CDO Indonesia) karena selain instruktur berpengalaman, grupo ini juga merupakan salah satu grupo capoeira di Indonesia yang diasuh langsung oleh Contra-Mestre Papa Leguas yang merupakan salah satu guru capoeira terbaik di dunia.
untuk info lebih lengkapnya silahkan liat website CDO Indonesia dengan klik DISINI
capoeira???? SALVE CAMARA !!! :)


Senin, 08 November 2010

First Writing

Halo semuanyaaaa :))
ini tulisan pertama gue di blog yang baru jadi ini..
kenapa sih gue bikin blog segala?
alesan pertamanya sih karena gue ga mau kalah sama seseorang :P (gamau dibilang gaptek lebih tepatnya)
dulu sebenernya sih gue udah pernah ngurusin blog kaya gini... blog ekskul lebih tepatnya jurnalistiksmanda.blogspot.com (tuh kalo yang mau liat buktinya). tapi sayangnya ga bisa dibuka lagi karena itu masih pake yahoo account -_____-
ya , kalo diliat-liat itu emang ekskul jurnalistik... udah dari kelas 1 SMA gue ikut ekskul itu dan alhamdullilah ga kena seleksi alam dan tetep eksis di ekskul itu sampe sekarang (walaupun jarang)..
gue suka jurnalistik karena gue suka sama fotografi (yah biar camdig gue udah rusak dari jaman smp juga :( )
tapi gatau kenapa di ekskul itu gue nyasar profesi jadi bagian Digital Handler, aneh kan?
dan lebih parahnya lagi, pas kelas XI dan XII gue jadi ketua bagian digital handler itu sendiri -____-
padahal kalo diliat-liat ya kemampuan photoshop gue rata-rata banget, apalagi coreldraw bisa sih cuma ga bisa nyeni banget gitu kaya temen gue (ade kelas yang juancuk tenan) Valdi Hardianto..
yaaaaahh, dan itulah pengalaman gue nge-blog dan alesan gue bikin blog lagi gara-gara si jeleeeekk nih :P
just look at my blog now, little girl :PPP